Saturday, 3 December 2016

Ringkasan Materi Kelas 5 Semester 1



Ringkasan Materi Kelas 5 Semester 1
A.    Peninggalan-Peninggalan Sejarah pada Masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia
Agama Hindu masuk ke Indonesia pada tahun 78 Masehi melalui perdagangan dengan bangsa India. Peninggalan Hinduy aitu pada kerjaan tertentu.
No.
Nama Kerajaan
Peninggalan sejarah
1.       
Kutai
Yupa, kalung cina, arca Budha dari perunggu, arca batu.
2.       
Tarumanegara
Prst. ciaruteun, prst. jambu, prst. Lebak, prst. tugu
3.       
Mataram kuno
Candi gedung songo, candi prambanan, komplek Dieng
4.       
Kediri
Prst. Penumbangan, prst. Waleri, bratayudha, smaradhana
5.       
Singasari
Candi kegenengan, prst. sarwadhana, arca prajaparamita
6.       
Majapahit
Candi tikus, candi panataran, negara kertagama, sutasoma
Ajaran Budha adalah Dharma, yaitu sejumlah aturan atau kewajiban yang harus dilakukan oleh pengikutnya sebagai bagian dari alam semesta.. Peinggalan buda yaitu candi Borobudur Candi ini terdiri dari tiga tingkatan  yaitu Kamadhatu adalah dasar candi, Rupadhat  terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Arupadhatu, dengan bentuk lingkaran-lingkaran yang memuat 72 patung Buddha. Upacara tradisi agama Buddha dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya dalah untuk mengenang kelahiran, kematian, dan moksa-nya sang Buddha.agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang Gujarat, Arab, Persia. Peninggalan searah agama Islam adalah: masjid, makam, kaligrafi, ukiran kayu, wayang kulit, syair melayu, kitab kegaiban, grebeg maulud (acara adat).
B.     Tokoh Sejarah pada Masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia
Tokoh Sejarah Hindu: Mulawarman, Purnawarman, Sanaya, Hayam Wuruk, Mpu Sendok, Jayabaya, Ken Arok, Wijaya. Tokoh sejarah kerajaan Budha: Samaratungga, Balaputradewa. Tokoh sejarah Islam: Sultan malik As-Shaleh, Sultan iskandar Muda, Raden Fatah, Fatahillah, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Hasanuddin, Joko Tingkir, Sultan Agung Hanyokrokusumo, Walisongo.


C.    Keragaman Alam serta Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia
Dalam sebuah peta terdapat sImbol-simbol untuk menunjukkan keadaan kenampakan alam dan buatan diantaranya adalah: warna cokelat (gunung dan bentang hasil warna sesuai ketinggian), merah dan hitam (gunung dan bentang hasil budidaya), putih (bersalju), kuning (dataran tinggi), hijau (dataran rendah), biru (lautan, perairan, gradasi sesuai kedalaman). Indonesia yang terletak pada 95 derajat BT–141 derajat BT artinya panjang rentang wilayah Indonesia 141 derajat  – 95  derajat = 46 atau kurang lebih 3 × 15.  Adapun pembagian daerah waktu Indonesia adalah : daerah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) berpangkal pada garis bujur 105 BT, sehingga mempunyai selisih 7 jam lebih awal dari Greenwich. Daerah WIB meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Daerah Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) Berpangkal dari garis bujur 120 derajat BT, sehingga mempunyai selisih 8 jam lebih awal dari Greenwich. Daerah WITA meliputi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. Daerah Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT) Berpangkal pada garis bujur 135 derajat BT, sehingga mempunyai selisih 9 jam lebih awal dari Greenwich (135 derajat : 15 derajat = 9). Daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT) meliputi Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat, dan Papua.
D.    Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Indonesia
Suku bangsa adalah suatu kelompok masyarakat yang terikat dalam satu kesatuan  upaya, bahasa, dan tempat tinggal. Keragaman suku bangsa merupakan sumber kebudayaan nasional. Cara menghargai : melestarikan budaya yang ada di Indonesia, bangga dengan suku bangsa dan agama, tidak merasa sukubangsa dan agamnnya adalah yang terbaik.
E.     Jenis-Jenis Usaha dan Ekonomi di Indonesia
  1. Jenis-Jenis Usaha: Berdasarkan lapangan usaha yaitu ada usaha ekstraktif, pertanian, industry, dagang. Sedangkan berdasarkan pemiliknya yaitu ada BUMN, BUMS, Koperasi,
  2. Kegiatan ekonomi : produksi konsumsi, distribusi


No comments:

Post a Comment