Saturday, 3 December 2016

Materi IPS Kelas 4 Semester 1



Materi IPS Kelas 4 Semester 1
A.    Membaca Peta Lingkungan dengan Skala
Peta merupakan gambaran permukaan wilayah bumi yang dibuat di atas suatu media seperti kertas, papan, dan sebagainya dengan  bentuk yang diperkecil dengan menggunakan skala. Ada dua jenis peta yaitu peta umum dan peta khusus. Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi atau gambaran yang bersifat umum pada suatu wilayah tertentu. Peta khusus adalah peta yang menggambarkan keadaan khusus suatu daerah atau wilayah dengan maksud sesuai keperluan. Misalnya untuk mengetahui jumlah kepadatan penduduk, keadaan flora dan fauna, iklim. Atlas merupakan kumpulan peta yang dibuat dalam bentuk buku.
Komponen peta teridri dari: Judul (ditulis untuk memberi nama pada peta atau atlas). Skala, yaitu perbandingan ukuran pada peta dengan keadaan yang sebenarnya. Skala untuk menggambar peta ada dua macam,  yaitu skala grafik dan skala numeric. Ukuran peta di Indonesia biasanya ukuran yang sesungguhnya dinyatakan dama sentimeter (cm) sedangkan ukuran sebenarnya dinyatakan dalam kilometer (km). Jaring-aring peta, yaitu garis-garis yang terdapat pada peta. Contoh garis tegak disebut garis bujur, garis mendatar disebut garis lintang. Mata angin,  untuk menunjukkan arah mata angin  Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya Barat, Barat Laut, Utara, Timur Laut. Legenda peta, yaitu symbol-simbol yang mengandung suatu tanda. Contoh tanda untuk ibu kota,  jalan raya, batas wilayah, bandar udara. Daftar isi, untuk mempermudah pencarian peta pada atlas. Indeks, yaitu susunan alfabetis dari atas ke bawah. Contoh penyususnan indeks berdasarkan kenampakan alam tertentu seperti kota, gunung, danau.
Cara membaca peta dengan skala misalkan pada pada sebuah peta tertulis skala 1: 500.000, berarti bahwa setiap 1 cm jarak pada peta sama dengan 500.000 cm  pada jarak sesungguhnya. Jika jarak antara dua kota adalah 5 cm, maka jarak sesungguhnya kedua kota tersebut adalah 2 x 250.000 cm = 1.250.000cm = 12,5 km.
B.     Kenampakan Alam serta Hubungannya dengan Keragaman Sosial dan Budaya
Kenampakan alam adalah sesuatu yang nampak di permukaan bumi yang bersifat alamiah atau yang di ciptakan oleh Allah SWT. Kenampakan alam diantaranya: pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, perairan darat. Kenampakan alam mempengaruhi keberagaman sosial dan budaya. Masyarakat yang hidup di pegunungan memiliki adat istiadat meyakini bahwa kehidupan berasal dari alam pegunungan sehingga mereka melaksanakan upacara adat dan lain-lain di pusatkan di pegunungan tersebut. Masyarakan di sekitar gunung bermata pencahariaan di perkebunan, sedangkan masyarakat di pesisir laut bermata pencahariaan sebagai nelayan.
C.    Jenis dan Persebaran Sumber Daya Alam serta Manfaat Sember Daya Alam
Sumber daya alam dibedakan menjadi dua yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaui dan tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam yang dapat diperbarui bisa terus menerus ada selagi masih di usahakan manusia, Contohnya adalah udara, air, tanah, tumbuhan, hewan. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang langsung habis setelah dipakai. Contohnya adalah sumber daya alam pertambangan seperti emas, perak, batu-batuan. Sumber daya alam dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi manusia. Sumber daya alam itu diolah menjadi sebuah barang kemudian di jual melalui berbagai jenis usaha. Usaha industry, industri jasa, industri ekstraktif, usaha agraris. Persebaran SDA di Indonesia: hasil bumi dan laut tersebar paling luas di Sumatra, pusat tenaga listrik di Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, hasil tambang di Sumatra dan Kalimantan
D.    Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Setempat
Negara Indonesia memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ikka” yang artinya berbeda-beda tetap satu jua. Sebagai negara yang memiliki kebudayaan yang beragam seperti adat istiadat, bahasa, pakaian adat, alat musik tradisional dan lain-lain. Maka, kita harus menghargai keragaman suku bangsa dan budaya dengan cara: tidak menghina kebudayaan orang lain, tidak merasa bahwa kebudayaan sendiri paling baik, merasa bangga dengan budaya Indonesia, merasa ikut memiliki kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan nasioal.
E.     Menghargai dan Menjaga Kelestarian Peninggalan Sejarah
Peninggalan sejarah di Indonesia terbagi menjadi tiga yaitu: sejarah bercorak Islam (berupa: masjid, makam, istana, seni ukir dan kaligrafi, kesusastraan), Hindu, (berupa: prasasti, arca, kitab/karya sastra, candi), Budha (berupa: prasasti, candi). Cara menghargai peninggalan sejarah diantaranya yaitu: mengunjungi tempat bersejarah, mempelajari sejarah, membandingkan berbagai peninggalan sejarah dengan kehidupan masyarakat, sistem pemerintahan, kebudayaan, kesenian. Sedangkan cara menjaga kelestariannya. Oleh masyarakat seperti:mematuhi aturan saat mengunjungi tempat museum atau tempat sejarah, tidak membuang sampah sembarangan, mencatat apa yang kita ketahui untuk dijadikan pengatahuan dan ilmu.
F.     Meneladani Kepahlawanan dan Patriotisme Tokoh-Tokoh di Lingkungan
Pahlawan dalah orang yang rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Ia adalah seorang pejuang yang gagah berani dan terkemuka. patriotisme adalah sifat-sifat terpuji pada diri seorang  karena kecintaan dan kesetiaan terhadap negaranya.  Pahlawan  memiliki sikap terpuji yang harus di teladani seperti: gagah berani, rela berkorban demi bangsa, cerdas, pandai, teguh pendirian. Sikap menghargai para pahlawan bangsa dilakukan dengan cara memperingati hari-hari besar yang berhubungan dengan kepahlawanan.

No comments:

Post a Comment